Sabtu, 27 September 2014

Karena Saya Pendek, maka ...

Karena saya pendek maka saya harus bekerja lebih keras. Bukan bekerja lebih keras untuk bertambah tinggi tetapi bekerja lebih keras untuk mempunyai keahlian yang tidak biasa.

Begitu banyak pekerjaan yang mensyaratkan tinggi menjadi salah satu kriteria penilaian diterima atau ditolaknya suatu pekerjaan. Tinggi minimal harus 160 / 165 cm. Lalu bagaimana dengan saya yang pendek? Bagaimana dengan orang orang seperti saya yang mungkin saja lebih mampu bekerja tapi terbatas dalam penampilan?

Ketika sudah seperti itu, menyalahkan Allah pun hanya menambah dosa, menyerah bukan juga jadi jalan keluar. Maka saat ini sungguh saya hanya percaya jika Allah akan menunjukkan kehendakNya. Dia akan menebar rizki bagi setiap yang diciptakanNya. Tapi tentu saja saya tidak hanya berdiam diri menunggu datangnya rizki. Saya sekarang semester 7, In Sya Allah 1 tahun lagi saya menargetkan diri untuk bekerja setelah memakai toga.
Daripada merubah tampilan fisik saya lebih memilih menambah keahlian saya. Menjadikan diri saya yang pendek ini menjadi layak diterima, bahkan bukan hanya menjadi seorang pekerja tapi lebih dari itu.
Saya hanya ingin masyarakat tau jika penampilan fisik memang penting tetapi seharusnya penampilan fisik tidak membatasi kemampuan seseorang. Bukan begitu?

Jumat, 25 Juli 2014

Hal Yang Ku Lupa

Perjalanan Ciputat - Kebayoran Lama
Jum'at, 20 Juni 2014 17:58


Sekali lagi ketika menuju perjalanan pulang di waktu senja menjelang kumandang adzan pikiran ku menelisik ke masa lalu. Dan seketika ingat suatu hal ...

Kalian tau apa yang sering kita lupakan tiap harinya? Kalian tau apa yang sering kita anggap biasa tapi sebenarnya itu sungguh luar biasa?

Sampai detik ini sampai usiaku menginjak angka 20 aku menyadari satu hal. Satu hal yang sebenarnya selalu ada di tiap derap langkah kegiatan ku. Mengarahkan, mengubah takdir dan sampai akhirnya aku sampai pada titik ini.

Selama ini aku tak berlimpah harta, tapi syukurnya aku selalu diberikan kesempatan menjadi lebih baik. Di tengah kesulitan aku bertemu dengan mereka para sahabat yang ternyata menyembuhkanku dari segala penyakit dunia.
Aku tak punya fasilitas mewah, tapi syukurnya aku selalu mendapatkan pengalaman besar yang berawal dari hal sederhana.

Semua yang kulewati hingga saat ini sungguh aku syukuri, tapi terkadang hati ini sungguh egois mengira semua yang kujalani adalah hasil kerja keras ku seoranh diri. Padahal ada sosok yang aku lupakan yang dalam sujudnya ia menyebut namaku. Berharap keridhoan Allah dalam setiap aktivitasku. Berharap kesehatan selalu berpihak padaku.
Dalam tangisnya membentuk kekuatan doa yang besar hingga akhirnya mengubah keadaanku sampai sekarang.

Dan kekuatan itu berasal dari seorang ibu :')

"De, mama tuh engga ngedoain dede punya duit banyak. Mama ga ngedoain dede buat ngebahagiain mama lewat harta. Yang selalu mama doain buat dede itu supaya dede selalu sehat lebih baik tiap harinya. Ketemu sama orang-orang baik, dan nantinya dede jadi anak sholeha. Itu aja doa mama tiap kali solat"

Kamis, 24 Juli 2014

Jika Kau Bertanya Soal Mimpi

Ah betapa banyaknya buku, musik bahkan film yang membahas masalah klasik ini . MIMPI

Dikatakan jika seseorang harus punya mimpi. Atau pernah dengar nasihat "betapa megenaskannya suatu negeri jika untuk bermimpi saja takut"
Dan aah berapa banyak kalian yang terinspirasi dari tulisan ataupun tayangan itu?

Memang akan menyenangkan jika kita mempunyai mimpi. Mempunyai target ke depan. Dan memberikan semangat kita untuk terus mengejar nya.

Jujur aku ingin sekali punya mimpi yang mendetail menuliskannya dan membacanya setiap hari. Menjadikannya pecutan dan tambahan energi tiap harinya.
Betapa senangnya melihat pemuda, baik itu teman ataupun seseorang yang tak ku kenal membicarakan mimpinya.
Matanya berbinar. Senyumnya terbentuk membayangkan mimpi yang menjadi kenyataan. Sungguh membanggakan orang yang punya mimpi.

Tapi sayangnya aku sendiri masih belum punya mimpi tinggi. Aku masih tak tahu mau kemana. Ilmu ku bukan ilmu sumur yang fokus pada satu titik tetapi dalam. Ilmu ku adalah ilmu sawah luas tapi dangkal. Sulit menemukan satu hal yang aku benar benar ingin kujadikan mimpi.

Hingga pada akhirnya aku menjalani hari tanpa mimpi itu . Aku berpikir untuk selalu menjalani keseharian dengan usaha terbaik. Memperbaiki diri tiap harinya. Kadang mengeluh kadang terobsesi. Begitulah. Aku hanya menjalani hal yang aku bisa tanpa fanatik pada kegiatan apapun.

Apakah aku salah tak punya mimpi? Apakah aku harus punya mimpi? Berkali kali kutanyakan pada hati kecil yang tak jua menjawab . Hingga suatu hari hati kecil itu berbisik.
Bukankah hampir tak ada bedanya dengan mimpi atau tidak kamu harus tetap jadi yang terbaik.
Jangan terlalu sibuk memikirkan akan jadi apa kamu, tapi pikirkan juga apa yang bisa kamu lakukan hari ini. Kekhawatiranmu akan masa depanmu justru yang akan jadi penghambat dirimu sendiri.

Aku sering mendengar pernyataan itu dan lagi lagi nasihat yang sering kau dengar terkadang adalah hal yang sering kau lupakan :)

Minggu, 20 Juli 2014

Ketika Kita Tumbuh Bersama

Tulisan ini bukan cerita tentang karakter sahabat-sahabat gue. Tulian ini bercerita tentang sebuah proses persahabatan. Yang kata orang sih sebenernya masa persahabatan itu punya kadaluwarsa. Masa sih?

Gue punya temen-temen yang bisa diitung sampe sekarang ydah 6 tahun kita sama-sama terus. Berawal dari temen sekelas wakru kelas 1 SMK, bareng-bareng ke kantin sampe akhirnya jadi sebuah geng

Senin, 30 Juni 2014

Ini Saya Sebut Puisi

Kami adalah divisi yang punya perbedaan
Berbeda karena sebuah tuntutan
Segmen kami adalah dari anak sekolahan sampai ibu-ibu pengajian
Semua elemen masyarakat coba kami taklukkan 
Ini semua demi mengais harapan dari sebuah rasa keingintahuan

Tapi jangan kira kami tidak mendapat cobaan
Bahkan terkadang kami mendapat ancaman
Ancaman iman yang bisa saja tergoyahkan
Ikhlas, sabar, hingga niat lurus sangan dibutuhkan
Tapi kami tetap bertahan demi satu perjuangan
yaitu EKONOMI BERKETUHANAN

Ku persembahkan untuk kalian
Para Pejuang Masyarakat
Dakwah Ekonomi Syariah


Temen Itu Seharusnya Kaya Gini

Dulu kebanyakan temen yang diajakin curhat yaa cuma bisa ngasih solusi sekadarnya ..
tapi sekarang gue kenal apa itu ukhuwah.
gue kenal teman yang bukan sekedar teman dunia tapi juga teman yang ngajak ke akhirat dengan surga di dalamnya.
Pertemanan yang engga hanya foto-foto atau jalan jalan, tetapi juga mengajak kita untuk lebih beriman.
Pertemanan yang engga hanya sekedar ketawa ketiwi tapi juga mengajak kita menangis, menangisi segala penyesalan.
Pertemanan yang engga sekedar berbagi makan atau tempat tinggal, tetapi juga berbagi ilmu akhirat yang sungguh menenangkan.

sampe saat ini engga ada pertemanan yang lebih indah kecuali pertemanan dengan sebuah ukhuwah, ketika kita kumpul bukan hanya sekedar foto, makan dan pulang. Tetapi pertemanan yang indah adalah ketika kita kumpul di masjid, menuangkan segala ilmu kehidupan dan mengakhirinya dengan segala hikmah yang tersimpan dan in sya Allah kekal.

Semoga kita tetap dipertemukan kawan dalam surgaNya . In sya ALLAH :)